Gratis Tapi Tetap Mahal

Kisah mas Pandu Ranggabirawa di bawah ini... 

Saya seorang dokter dan masih akan tetap menjadi seorang dokter.

Saya merasa klik dan sadar adalah ketika saya sedang bertugas di Emergency dan mendapatkan panggilan emergency dan ternyata itu adalah ibu dari sahabat saya sendiri yang ternyata terkena stroke perdarahan..Saat itu saya sudah menggratiskan seluruh biaya dokter dan Minimalisir penggunaan alat. Karena stroke perdarahan dan harus segera dioperasi, dokter bedah pun sudah rela menggratiskan jasa nya.. tapi kan biaya RS dan obat2an tidak bisa gratis. 

Beliau hanya berkata kepada sahabat saya tersebut: "Semua jasa dokter lo ga usah pikirin lo siapin aja dana untuk alat2, obat2an dan ICU...karena ini ibu lo sendiri, kita harus pakai obat yang bagus. Planning rawat ICU sekitar 30hari, siapin aja dana Rp10jt/hari.."artinya harus ada dana Rp 300 juta !

Dan sialnya sahabat saya itu pinjam uang ke Rentenir...dan yang terjadi sampai detik ini hutangnya menjadi sangat menggunung...

Baca pula : Alasan Kuat Mengapa Butuh Asuransi 

Setelah kejadian itu, keesokan harinya saya langsung memutuskan untuk mengambil proteksi penyakit kritis untuk seluruh keluarga saya...dan merasa semua orang butuh proteksi terhadap sakit kritis. Dan saya memutuskan untuk menjadi pebisnis asuransi agar setiap orang bisa punya proteksi yang melindungi penghasilannya...

Sumber : https://www.facebook.com/NovaldoRosandi/posts/10203609697394626?fref=nf&pnref=story

Masukkan email untuk berlangganan:

0 Response to "Gratis Tapi Tetap Mahal"

Posting Komentar