Tersadar Karena 10 Juta Rupiah. Sebuah Pengalaman Pribadi

Klaten, 4 Maret 2015. Surya (30 tahun) adalah pemuda yang sedang merintis usaha Rental Mobil. Dengan resiko kerja yang ia tekuni, Saya pernah menawarinya untuk membeli polis Asuransi namun dia belum tertarik. Sampai suatu ketika dia bercerita ketika dia  pulang ke Bogor ayahnya terkena serangan jantung dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dengan mengandalkan BPJS, ayahnya dibawa ke 3 Rumah sakit hasilnya sama: Tidak tersedia kamar untuk pasien. 

Di rumah sakit ke-4 akhirnya ayahnya bisa mendapatkan perawatan, itupun setelah mendaftarkan ayahnya sebagai pasien umum; bukan pasien BPJS. Yang sangat merepotkan adalah, dia harus membayar uang muka sebesar 10 juta secepatnya.  Surya harus menghubungi kerabat, sahabat atau siapa saja yang bisa dipinjami uang 10 juta saat itu juga demi menyelamatkan nyawa ayahnya.

Entah berapa persisnya jumlah keseluruhan uang yang dibutuhkan untuk perawatan Ayahnya, yang pasti 10 juta rupiah itu baru uang muka saja. 

Setelah pulang ke Klaten surya baru menyadari pentingnya Asuransi untuk memproteksi diri dari kebutuhan biaya yang besar disebabkan oleh penyakit Kritis seperti serangan jantung. Dia menghubungi saya dan mengajak saya bertemu untuk bertanya lebih lanjut tentang Asuransi. Kebutuhan terhadap Asuransi membuatnya pro aktif untuk tahu lebih mendalam tentang asuransi dan setuju untuk membeli polis Asuransi di Allianz

Berdasarkan pengalaman ayahnya tersebut, surya mulai sadar bahwa Asuransi adalah sebuah kebutuhan. Tidak hanya itu, dia menyadari bahwa Asuransi hanya diperuntukkan bagi mereka yang saat ini dalam kondisi sehat dan baik; Karena jika suatu hari ia menderita salah satu penyakit kritis kemudian baru memutuskan untuk mengambil perlindungan Asuransi, itu sudah terlambat. 

Pengalaman pribadi saya: 
Didit Aby (085867941941)

Masukkan email untuk berlangganan:

0 Response to "Tersadar Karena 10 Juta Rupiah. Sebuah Pengalaman Pribadi"

Posting Komentar