(True Story) Apakah asuransi itu "Tunai"?

Suami saya seorang pengusaha yang suka sekali fixed aset, setiap uang lebih beliau pasti akan membeli aset. Dan aset yang dibeli biasanya milyaran harganya. Kami merasa tidak butuh asuransi karena keuangan kami cukup kuat. Sampai suatu saat ada seorang agen menjelaskan apa itu asuransi. Uang kecil beli uang besar. Karena kesabarannya membukakan pengertian kami, akhirnya suami saya setuju membuka polis dengan benefit cukup besar. Beberapa bulan lalu tidak ada yang menyangka suami saya akan pergi selamanya mendadak karena serangan jantung. Dan belum lama sejak kepergiannya saya masih berduka dan sudah didatangi penagih hutang dengan jumlah milyaran. Ternyata suami saya mengalami penipuan dalam bisnisnya. Saya baru merasakan betapa sulitnya kalau harus menjual aset milyaran dengan tekanan penagih hutang dimasa kehilangan. Jika kita butuh uang cepat, maka pembeli akan menekan harga properti serendah-rendahnya tanpa perasaaan. Belum kering air mata saya, agen asuransi kami memberitahukan bahwa perusahaan asuransi akan mentransfer dana asuransi yang cukup besar dalam tempo yang tidak lama. Dan akhirnya saya bisa membayar kepada penagih hutang itu dengan dana cash dari asuransi. Ternyata polis asuransi lebih likuid dari property dan lebih cepat dicairkan dari pada harus menjual properti yang butuh waktu panjang. Saya terhindar dari kerugian menjual aset dengan merugi karena punya polis asuransi. Bisakah anda mengatakan mereka yang keuangannya kuat tidak perlu asuransi? Bisakah anda mengatakan asuransi bukan cash dan likuid? Setelah membaca pengalaman ibu yang baru kehilangan ini? Diceritakan kembali oleh Esra Manurung. #InsuranceCAN #PeopleNeed #RealStory.

Masukkan email untuk berlangganan:

0 Response to "(True Story) Apakah asuransi itu "Tunai"? "

Posting Komentar