Antara Tanah, Asuransi dan Rumah Sakit

Jika Iwan Fals memiliki lagu hit berjudul “Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu”, maka saya punya cerita menarik tentang “Tanah, Asuransi dan Rumah Sakit” Cerita ini berawal dari pertanyaan seorang kawan yang hendak melihat sisi untung/rugi antara ketiganya. Saya merasa perlu memposting tulisan ini karena bisa jadi Anda memiliki pertanyaan yang sama.

Memiliki Tanah sebagai investasi barang tak bergerak adalah sangat baik. Karena tanah memiliki nilai ekonomis yang selalu bertumbuh setiap tahunnya. Bagi kalangan berpunya, membeli tanah adalah pilihan realistis. Selain sebagai investasi, tanah dan bangunan adalah cadangan dana yang bisa digunakan saat kebutuhan mendesak.

Terkait dengan antisipasi resiko penyakit kritis, Menarik untuk dibahas manakah yang lebih baik: membeli Asuransi atau membeli tanah? Jawaban masyarakat secara umum adalah, membeli tanah.  Selain karena kebiasaan sejak jama dahulu, alasan konversi nilai ekonomisnya yang terus bergerak ke atas menjadi pilihan sebagian orang. Benarkah demikian?

Oke, fleksibilitas tanah dan bangunan sebagai alasan investasi memang tak perlu diragukan lagi. Kendati demikian, bila terkait dengan masalah proteksi kesehatan – khususnya sakit kritis dan kecelakaan, Asuransi adalah pilihan yang lebih baik. Tanah dan bangunan bisa jadi tidak menguntungkan buat Anda.

Katakanlah si Jack memiliki tanah senilai 1 Miliar Rupiah. Benarkah tanah itu milik si Jack? BELUM TENTU. 
Jika kemudian ia terdiagnosa sakit kanker dengan biaya 1 Miliar Rupiah, maka tanah itu jadi milik Rumah Sakit. Tanahnya dijual untuk biaya berobat.
Si Jack harus segera membayar biaya perawatan rumah sakit tersebut “SEGERA”. 
Lalu si Jack memutuskan menjual tanah itu secepatnya. Pertanyaannya, “Berapa lamakah tanah itu akan laku terjual?” 1 Minggu? 2 Minggu? 1 Bulan? 3 Bulan? Atau bahkan 1 tahun? ; semuanya masih tidak jelas. 
Sedangkan uang tunai harus secepatnya ada untuk biaya Rumah Sakit.
Belum lagi jika ada orang tau si Jack sangat membutuhkan uang itu untuk berobat, maka pembeli akan menawar serendah mungkin. Tidak jadi untung kan?

Nilai tanah memang sangat besar, namun menjualnya juga tidak mudah.

Tanpa Asuransi, aset si Jack lah yang dipertaruhkan untuk biaya Sakit kritis, yaitu Tanah, Bangunan, Mobil, dll.

Asuransi TAPRO Allianz sangat cair. Seandainya si Jack memiliki TAPRO Allianz, Begitu si Jack terdiagnosa sakit kritis maka dalam waktu 7 hari sejak syarat lengkap, Uang Pertanggungan langsung cair sesuai dengan perjanjian dalam polis.
TAPRO Allianz tidak hanya membantu si Jack namun juga membantu melanjutkan kelangsungan hidup keluarganya serta membantu menjaga Tanah yang ia miliki agar aman; tidak perlu dijual kepada pihak lain.

Disinilah letak keutamaan anda memiliki Asuransi. Biaya Rumah Sakit lancar, Keluarga bisa melanjutkan hidup tanpa hutang, serta melindungi aset-aset yang anda miliki.

Tak perlu duit banyak untuk memproteksi keluarga dan aset-aset anda. Paling hanya 10 persen perbulan dari penghasilan Anda. Mari berasuransi untuk hidup yang lebih baik.

Masukkan email untuk berlangganan:

0 Response to "Antara Tanah, Asuransi dan Rumah Sakit "

Posting Komentar