Haruskah Memiliki Asuransi Jiwa Saat Kesulitan Keuangan?

Pertama, asuransi tidak boleh dianggap sebagai gambling atau perjudian karena Asuransi bukan merupakan investasi. Kalaupun ada asuransi yang di bundling dengan Investasi, itu hanyalah bonus semata; bukan layanan utama.  Sebenarnya keuntungan terbaik memiliki  asuransi adalah saat anda tidak perlu mengajukan klaim; Alhamdulillah tidak terjadi hal buruk pada diri Anda, itu adalah karunia yang amat besar nilainya. 

Karena Jika Anda mengajukan klaim itu berarti hal yang buruk telah terjadi pada diri Anda, Dan anda pasti tak ingin hal buruk terjadi pada Anda.  Anda membeli asuransi untuk melindungi diri dari kerugian - bukan untuk menjadi kaya karena mengajukan klaim.

Kedua, Ingat, Anda hanya bisa membeli asuransi saat anda dalam kondisi cukup sehat. Punya uang banyak pun jika tidak sehat anda tak akan bisa membeli Asuransi. Kesulitan keuangan atau bahkan bangkrut sangatlah “relatif” karena saya yakin setiap orang memiliki masalahnya sendiri-sendiri.  Saya melihat ada banyak orang yang hidupnya sederhana tapi masih mampu menyisihkan 10% dari penghasilannya.


Dalam kondisi keuangan yang sulit, memprioritaskan urusan penting selain Asuransi tentu sangat bisa dimengerti. Jika tidak ada orang lain yang bergantung pada Anda, mungkin normal jika dalam situasi sulit Anda tidak membutuhkan asuransi untuk sementara waktu. Namun jika ada anak istri yang bergantung hidup pada Anda, hal terbaik adalah ajukan beberapa pertanyaan untuk diri anda sendiri :

1) Saat tiba-tiba Saya dipanggil Yang Maha Kuasa, Akankah istri saya dapat terus bekerja dan membayar kebutuhan sehari-hari dalam jangka waktu minimal setahun kedepan?
2) Saat tiba-tiba saya dipanggil Yang Maha Kuasa Apakah istri saya mampu menanggung hutang yang harus dibayarkan?
3) Saat tiba-tiba saya dipanggil Yang Maha Kuasa apakah istri saya memiliki dana yang cukup untuk mengurusi segala hal tentang pemakaman?
4) Saat tiba-tiba saya dipanggil Yang Maha Kuasa Apakah istri saya mampu membiayai pendidikan anak-anak seperti biasanya?


Memiliki asuransi –walaupun sedikit- dapat membantu mengurangi beratnya biaya yang ditanggung karena kematian. Kabar baik lainnya, Dengan premi yang murah sekalipun anda masih bisa menyertakan rider tambahan seperti perlindungan sakit kritis serta cacat tetap total. Rider tambahan berupa cacat tetap total dan penyakit kritis ini sebenarnya dimaksudkan untuk melindungi penghasilan dan aset Anda. Jika hal buruk terjadi maka aset yang anda miliki tetap aman.

Penyakit kritis atau cacat tetap total selain berbiaya sangat mahal, proses penyembuhannya juga memakan waktu cukup lama, sementara biaya hidup tidak bisa ditunda. Tentu saja proses penyembuhan ini akan menguras tabungan Anda. Disinilah klaim asuransi dapat membantu meringankan biaya hidup Anda.

Teliti sebelum membeli; pesan klasik yang masih relevan untuk jaman Sekarang.  Saat memilih asuransi,  penting bagi anda untuk meneliti lebih mendalam terkait hak anda sebagai nasabah maupun kewajiban anda sebagai nasabah. Jika Anda menemui kesepakatan asuransi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, pastikan perjanjian itu tertulis dalam polis asuransi Anda.  Ingat, Jika anda tidak sepenuhnya memahami apa yang Anda beli, akan muncul kekecewaan di kemudian hari. Jadi pastikan pilihan anda tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan Anda.

Didit Aby
085867941941

Masukkan email untuk berlangganan:

0 Response to "Haruskah Memiliki Asuransi Jiwa Saat Kesulitan Keuangan?"

Posting Komentar