Rencana Hidup Versus Realita Hidup

Klaten-2016. Tidak ada orang yang merencanakan hidup masa depannya dengan cita-cita yang buruk, semua merencanakan hal-hal yang indah dan terbaik dalam hidupnya. Memilih sekolah terbaik, menekuni profesi sesuai passion, memiliki keluarga yang harmonis, memiliki mobil impian, Naik haji, wisata ke tempat-tempat favorit, memiliki aset yang melimpah dan masih banyak rencana-rencana hidup lain yang hendak dicapai.

Disaat kita mengemas rencana hidup, faktanya kita harus melewati realita hidup yang terjadi di sekitar kita. Salah satu realita kehidupan yang ada di sekitar kita adalah “Resiko Kehidupan”.



Dalam menjalani kehidupan banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana. Seorang karyawan ada resiko PHK atau pensiun dini, Orang yang sehat punya resiko sakit, Setiap hari berada di jalan raya berisiko kecelakaan, Orang yang hari ini hidup suatu ketika akan meninggal dunia. Persoalannya adalah kita tidak mengetahui kapan resiko-resiko tersebut akan menimpa kita.

Realita hidup berikutnya adalah: Rencana bisa berubah atau bahkan gagal total karena suatu alasan karena hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Salah satu resiko kehidupan yang mampu menggagalkan impian dan rencana kita adalah : Sakit Kritis. 

Setinggi apapun cita-cita dan rencana indah kita di masa mendatang, rencana-rencana itu akan tertunda karena sebab sakit kritis. Prioritas akan berubah, kesembuhan menjadi lebih penting. Persoalannya adalah masih banyak diantara kita yang kurang memperhatikan resiko yang satu ini, seolah hidup tak akan mendapatkan hambatan; padahal sakit adalah hambatan yang sangat serius.

Pertanyaannya: Jika dokter meminta uang ratusan juta untuk biaya berobat, Anda siap?

Coba hitung, berapa banyak perusahaan tempat anda bekerja saat ini memberikan santunan kesehatan untuk Anda? Saya yakin tidak sampai 50 juta. 
Cukupkah tabungan anda menutupi biaya tersebut? Kalaupun ada, sayang sekali uang yang sudah sekian lama anda kumpulkan hanya akan diserahkan ke rumah sakit.
Berapa nilai aset yang anda miliki untuk menutup biaya rumah sakit? Mobil, rumah, dan tanah anda senilai berapa juta? Satu hal yang pasti jika pembeli tahu anda begitu kepepet maka mereka akan menawar aset anda serendah mungkin. 

Inilah alasan mengapa anda perlu memiliki Asuransi sejak sekarang. Untuk kebaikan anda sendiri.

Baca pula: Saya Sehat Mengapa Butuh Asuransi?

Anda tidak menyukai Asuransi? Sama! Saya juga tidak menyukainya. Tapi kita harus memilikinya.
Anda tidak menyukai obat-obatan? Sama! Saya juga tidak. Tapi kita harus punya persediaan obat di rumah kan?

Agama mengajarkan kepada kita, “Bisa jadi hal yang kamu benci sesungguhnya itu baik untukmu”

Agen Asuransi Allianz Life
Didit Aby
085867941941

Masukkan email untuk berlangganan:

4 Responses to "Rencana Hidup Versus Realita Hidup"

  1. sementara masih nebeng asuransi kantor suami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus sekali jika kantor memberikan asuransi kepada karyawannya.
      Mungkin perlu dipertimbangkan juga memiliki asuransi pribadi, mengingat asuransi kantor biasanya menyesuaikan jabatan :)

      Hapus
  2. KAdang rencana kita tak sesuai realita...
    Nice artikel

    BalasHapus