Jangan Mau Dibodohi: Asuransi Itu Bukan Investasi


OK, Asuransi berbeda dengan Investasi. Terus kenapa?

Terus kenapa tahap #1: Jangan berharap "klaim" pada asuransi Anda. 
Misalnya, jika Anda membeli asuransi kecelakaan, Jangan “surender” atau tutup polis asuransi anda HANYA karena sudah beberapa tahun ini Anda tidak mengalami kecelakaan. Tidak ada kecelakaan bukan berarti asuransi adalah "Keputusan yang buruk" atau buang-buang duit saja.

Cobalah hitung sendiri betapa beruntungnya Anda tidak mengalami kecelakaan atau cacat. Berapa uang yang anda raup saat sehat, berapa kebahagiaan yang anda rasakan saat sehat. Sehat adalah keuntungan yang tak ternilai. Anda membeli polis asuransi untuk melindungi diri dan aset anda dari kerugian akibat sakit/kecelakaan. Anda membeli polis asuransi bukan berharap kaya dari uang klaim asuransi.

Tegaskan diri: Sehat adalah keuntungan terbaik saat saya memiliki asuransi. Saya membayar premi sebagai usaha terbaik atau ikhtiar. Dan jika Tuhan memberi saya kesehatan, saya merasa lebih beruntung hidup sehat daripada mendapat klaim asuransi. The best return in Insurance is no return. 

Terus kenapa tahap #2 : Curigailah agen asuransi yang bicara investasi melulu. 

Asuransi dengan skema Unit link terkait erat dengan pasar modal. Produk ini cukup rumit dan tidak mudah dipahami. Sayangnya, banyak agen asuransi yang kurang menjelaskan dengan tepat perihal produk ini. Misalnya, Agen asuransi lupa menjelaskan bahwa ketika pasar modal turun, nilai unit link juga akan turun. Sehingga seringkali proyeksi yang diberikan meleset dari kenyataan.

Mungkin karena dalam investasi , keuntungannya jelas. Ada manfaat ‘tangible’, kasat mata berupa uang yang nantinya bisa diambil. Sementara, asuransi masih dianggap uang ‘hangus’, hilang tanpa manfaat (meskipun ini cara berpikir yang keliru besar).

Karena itulah, Asuransi pendidikan dan Pensiun marak karena masyarakat lebih mudah digaet dengan iming – iming dana pendidikan atau jaminan hari tua, walaupun sebenarnya dibalik produk dana pendidikan atau pensiun itu adalah asuransi. 

Baca Pula: 
4 Tips Agar Terhindar Kesulitan Keuangan Di Masa Pensiun Kelak 
My Future. Tabungan Pensiun Termurah 
My Education. Asuransi Pendidikan Paling Pas Di Kantong 

Cara menjualnya pun tidak jarang dibalik, tawarkan dahulu investasi, baru kemudian menjual asuransi (‘ini investasi dengan bonus asuransi’). 

Meski demikian kita tetap dapat mengambil hal positif dari skema asuransi unit link. 

Positifnya asuransi jenis unit link adalah Anda dapat disiplin berinvestasi secara berkala, baik bulanan maupun tahunan karena pembayaran investasi ditagihkan bersamaan dengan pembayaran premi.



Back to the basic, “Fundamental of insurance is Protection”. Perlindungan atau Proteksi Inilah yang seharusnya menjadi Kiblat anda bila membeli asuransi. Bila ingin melakukan investasi dipasar sekunder, anda bisa langsung saja misal ke sekuritas yang sangat jelas entry fee akan lebih murah ketimbang masuk di unit link. Atau... Masukkan saja dana anda ke reksadana melalui Bank terdekat yang menjual produk in. 

Pemahaman asuransi adalah proteksi terhadap income dan aset. Bila dijelaskan secara gamblang tanpa iming-iming investasi dengan return tinggi (iya kalo pasar sedang naik, kalau pas turun??) akan sangat dapat diterima oleh nasabah dan masyarakat pada umumnya. 

Meski porsi nilai tunai tetap dapat dinikmati oleh nasabah di jangka waktu yang panjang mengingat waktu adalah salah satu instrumen untuk meminimalkan resiko. Asuransi unit link dengan berbagai keunikan yang ditawarkan akan tetap kembali pada 'kampung halamannya' yaitu asuransi.

Ingatlah hal ini dan Anda akan membuat keputusan keuangan yang jauh lebih baik.

Didit Aby
Agen Asuransi Allianz Jogja, Klaten, Solo, Boyolali, Sukoharjo & everywhere
085 6959 13013
rahmataini@gmail.com

Masukkan email untuk berlangganan:

0 Response to "Jangan Mau Dibodohi: Asuransi Itu Bukan Investasi"

Posting Komentar