Hubungan Asuransi Dengan Pajak

Pajak adalah suatu pembayaran yang dilakukan kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dalam hal menyelenggaraan jasa-jasa untuk kepentingan umum

Dalam istilah bahasa Arab, pajak dikenal dengan nama Al-Usyr atau Al-Maks, atau bisa juga disebut Adh-Dharibah, yang artinya adalah pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak. Sedangkan para pemungutnya disebut Shahibul Maks atau Al-Asysyar.

Pajak memiliki tujuan yang baik untuk kemaslahatan bersama, dan dikelola secara resmi oleh pemerintah. 



Berikut beberapa point penting tentang Asuransi dan Pajak :

- Hasil dari klaim Asuransi di indonesia bukan merupakan obyek pajak.
- Paper Asset dalam bentuk Insurance tidak kena pajak dan berbeda dengan Property Asset
- Unit Link dibebaskan dari pajak karena ada fitur asuransi ( berbeda dengan reksadana atau jenis invesment lainnya ) 
Jadi mulai july 2015 tidak di kenakan pajak atas kelebihan antara penarikan dan penyetoran ( sebelumnya kena tax 20 % )
- Warisan dr Uang Pertanggungan Asuransi bukan obyek pajak di Indonesia = 0 % tax, ttp di Jepang warisan bisa di kenakan pajak sampai 70%. Dan di Amerika sampai 40 %.
- Hasil klaim Asuransi untk Beneficiaty Owner ( bahasanya bukan untuk ahli waris - ttp penerima manfaat bisa menyamping, menurun garis ke bawah ataupun untk siapapun dan hasil klaim itu bukan obyek penghasilan kena pajak.
- Polis Asuransi tidak perlu untuk dilaporkan dalam SPT, di SPT th 2014 ada kolom investasi lainnya- dulu di SPT semula masuk ke kolom ini sekarang tidak perlu.

Baca Pula:
Haruskah punya asuransi saat bangkrut? 
Mau tau kenyataan hidup ANDA ? klik disini 

- klaim atau withdrawal masuk sebagai Cash Inflow saja tapi bukan penghasilan yang merupakan Objek pajak.
- Polis Asuransi di luar negeri " return pajak tdk perlu di bawa balik " karena kalau di bawa balik ke Indonesia kena pajak hasil lain-lain, kecuali masuk sebagai warisan.
- Klaim Asuransi dari Polis Luar Negrri kena pajak sesuai ketentuan negara asal Polis tsb.
- Warisan dalam properti ketika balik nama akan kena Bea BPHTB, dan posisi BPHTB ini bukan pajak ke Negara , tetapi masuk klasifikasi Bea masuk ke pendapatan Daerah.
- Jadi akan lebih baik punya warisan dalam bentuk Polis Asuransi. 
Jika klaim Uang Pertanggungan Free of tax. Warisannya juga free of tax.
- Apabila selama ini memiliki Unreported asset ngak perlu si sampaikan sebagai lampiran karena malah akan dikejar tebusan unreported asset. Jadi manfaatkan saja Tax Amnesty yang sedang di rancang Pemerintah untuk live di September 2016.

Semoga bermanfaat,dalam merencanakan keuangan kita lebih baik lagi.

Didit Aby
Financial consultant
085 6959 13013

Masukkan email untuk berlangganan:

0 Response to "Hubungan Asuransi Dengan Pajak "

Posting Komentar