Masih Pentingkah Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness) ?

"Saya Punya Asuransi Kesehatan cashless, Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?
Tentu PERLU.  Mengapa? 
Karena asuransi kesehatan tidak memberikan uang tunai dalam jumlah besar; sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika mengalami penyakit kritis.” Di luar biaya yang ditagihkan rumah sakit, ada sejumlah biaya tersembunyi penyakit kritis yang tidak ditanggung asuransi kesehatan. Pada kasus ini, yang dibutuhkan adalah uang tunai dalam jumlah besar. Inilah kelemahan asuransi kesehatan yang mampu dijawab oleh asuransi penyakit kritis. Asuransi kesehatan bisa membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi. Itulah kekuatan uang tunai dalam jumlah besar, sesuatu yang tidak diberikan oleh asuransi kesehatan sebagus apa pun.

Pada kesempatan ini AsuransiKlaten.com akan menjelaskan tentang kegunaan rider critical illness Allianz.

Rider Critical Illness (asuransi penyakit kritis) memberikan uang pertanggungan sebesar yang tertera di polis jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari 49 penyakit kritis, atau salah satu dari 100 kondisi kritis yang ditanggung. Contoh penyakit kritis antara lain serangan jantung, jantung koroner, stroke, kanker, penyakit hati kronis, gagal ginjal, angioplasti, tumor otak, dan meningitis bakteri. Semua penyakit itu membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan pemulihan (antara ratusan juta sampai miliaran rupiah), oleh karena itu diperlukan suatu proteksi yang didesain khusus untuk menanggulangi dampak keuangannya.

Baca Pula: 
(Kisah) Suamiku Baru Saja Divonis Kanker 
49 Penyakit Kritis Yang Dicover Allianz 

Asuransi penyakit kritis berbeda dalam banyak segi dengan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan menanggung semua penyakit selama ada rawat inap atau pembedahan (hospital and surgical), sedangkan asuransi penyakit kritis menanggung risiko yang tergolong penyakit kritis saja. Asuransi kesehatan memberikan penggantian sebesar biaya rumah sakit atau maksimal sebesar plafon, sedangkan asuransi penyakit kritis memberikan sejumlah uang pertanggungan sesuai dengan yang tertera di polis tanpa melihat biaya yang ditagihkan rumah sakit.

Critical illness tidak melulu bicara soal penyakit, sebagian lagi berupa kondisi yang tidak tersembuhkan seperti kelumpuhan, kebutaan, bisu, tuli, kerusakan organ tubuh penting, hilangnya kemandirian hidup, hingga terminal illness (ketika usia seseorang divonis tidak lebih dari 12 bulan). Semua kondisi ini tidak bisa ditangani oleh asuransi kesehatan rawat inap, karena persoalannya bukan di biaya berobat. Dalam kasus ini, fungsi asuransi penyakit kritis bukan terutama untuk pengobatan maupun pemulihan, melainkan untuk mengganti penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja lagi untuk jangka waktu yang panjang, bahkan untuk selamanya.

Rider Critical Illness di Tapro Allianz ada tiga macam, yaitu CI Accelerated (CIA), CI+, dan CI100. CIA dan CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, dengan perbedaan CIA masa perlindungannya sampai dengan usia 85 tahun dan klaimnya mengurangi UP dasar, sedangkan CI+ sampai dengan usia 70 tahun dan klaimnya tidak mengurangi UP dasar. Sementara itu, CI100 menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal dengan masa perlindungan hingga usia tertanggung mencapai 100 tahun.

Perbedaan dan persamaan tiga produk rider tersebut bisa dilihat di tabel ini:



Lebih rinci tentang pentingnya Asuransi Penyakit Kritis dapat anda simak pada video berikut ini :



Didit Aby
Agen Asuransi
Klaten, Jogja, Solo, Yogyakarta, Sukoharjo, Boyolali
085867941941

Masukkan email untuk berlangganan:

0 Response to "Masih Pentingkah Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness) ?"

Posting Komentar