Anda Ingin Perawatan Rumah Sakit Terbaik dan GRATIS?

anda ingin perawatan rumah sakit terbaik dan gratis?
Ini adalah tulisan bab 2 yang merupakan lanjutan dari bab 1 sebelumnya disiniMembaca postingan sebelum di bab 1 tampaknya sudah cukup ideal, tapi ternyata semua itu belum lengkap. Masih ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan apakah sebuah produk asuransi kesehatan itu benar-benar ampuh atau biasa saja.

Sekarang kita lanjutkan dengan kunjungan dokter.
Bayangkan jika kunjungan dokternya per hari; apakah hanya boleh satu kali saja? Bagaimana dengan kondisi di mana dibutuhkan lebih banyak kunjungan dokter setiap harinya? Kita tidak tahu seperti apa prosedur rumah sakit di luar negeri. Bagaimana kalau di sana ada kontrol oleh dokter beberapa kali sehari? Harusnya, semua kunjungan dokter ditanggung biayanya tanpa dibatasi jumlah kunjungannya.

Bagaimana jika yang dibutuhkan adalah kunjungan dokter spesialis yang biayanya tentu lebih mahal? Seperti yang kita ketahui, ada banyak kasus sebuah penyakit hanya boleh ditangani oleh dokter spesialis. Kunjungan dokter spesialis seharusnya ditanggung biayanya tanpa dibatasi jumlah kunjungannya.

Soal kunjungan ke dokter juga perlu dilihat dalam proses seseorang mendapati dirinya sakit. Kunjungan ke dokter di awal-awal rata-rata dilakukan satu bulan sebelum akhirnya masuk ke rumah sakit. Pelayanan jaminan kesehatan seharusnya menanggung waktu 1 bulan sebelum dan sesudah perawatan inap.

BACA PULA:
Cara Mudah Memahami Asuransi Syariah 
Berani Merokok Harus Berani Berasuransi

Coba bayangkan jika ada penyakit dimana pasien harus berkali-kali keluar masuk rumah sakit karena satu macam penyakit. Kebanyakan asuransi kesehatan memberikan batasan, dan pastinya ada batasan plafon per periode rawat inap. 180 Hari per tahun bisa jadi angka yang adil untuk membatasinya. Apakah seharusnya asuransi kesehatan tidak membatasi tanggungan untuk satu penyakit yang sama? Faktanya kebanyakan penderita penyakit kritis justru melakukan perawatan di rumah sendiri. 

Anda mungkin pernah mendengar bahwa penyakit yang banyak menguras keuangan orang adalah penyakit kanker. Kanker masih menjadi pembunuh nomor satu didunia, biayanya bahkan mencapai sekian milyar rupiah. Kalau bicara kanker, susah berharap untuk pulih, namun seharusnya semua biaya perawatan kanker baik rawat inap maupun rawat jalan, diganti sesuai tagihan.

Bagaimana dengan biaya diagnostik seperti CT, MRI, dan PET Scans? Seharusnya itu juga ditanggung sebagai bagian dari penjaminan kesehatan.

Coba seandainya kondisi gawat sudah dialami sejak dari Indonesia, maka dibutuhkan ambulans udara untuk membawa dari rumah sakit ke rumah sakit. Biaya ambulans udara itu mahal. Seharusnya pula, pelayanan jaminan kesehatan menanggung biaya ambulans sepenuhnya, karena itu sudah jadi bagian dari perawatan?

Kemudian, setelah kembali ke tanah air, di rumah juga perlu dilakukan perawatan. kebanyakan perawatan di rumah-pun tetap mahal. Untuk memastikan kesehatan kembali seperti semula Bukankah biaya perawatan juga termasuk dalam jaminan pelayanan kesehatan? Bukankah Itu juga seharusnya juga ditanggung?

Saya yakin anda mengerti bahwa kondisi tubuh yang mengalami trauma berat juga membutuhkan perawatan lanjutan seperti fisioterapi, oleh spesialis rehab medik (Sp. RM) yang lebih luas daripada fisioterapis. Lalu bagaimana dengan kemoterapi dan dialisa? Apakah perawatan fisioterapi, kemoterapi dan dialisa ditanggung sesuai tagihan? Sebaiknya demikian.

Ketika perawatan di rumah sakit mengharuskan pasien untuk melakukan bedah baik bedah kompleks, bedah besar, bedah sedang bahkan bedah kecil sekalipun apakah Asuransi kesehatan menanggung biaya tersebut? Seharusnya ditanggung. Setuju kan?

Bagaimana dengan rawat jalan? Kebutuhan terbesar adalah rawat jalan dalam peristiwa kecelakaan, baik terhadap gigi juga terhadap tubuh. Banyak asuransi kesehatan yang membatasi penanggungan, padahal tidak dapat diduga berapa kebutuhannya, terlebih dengan teknologi kedokteran yang memampukan lebih banyak perawatan rumah.

Taukah Anda bahwa sesungguhnya para dokter menyarankan untuk setiap tahun melakukan cek medis? Taukah anda biaya cek medis mencapai jutaan dan tidak ditanggung asuransi?.  Dan berapa orang yang melakukan cek medis rutin? Jawabannya: Sedikit.

Karena itu, banyak kasus ketika seseorang melakukan cek medis lalu mendapati dirinya sudah dalam keadaan sakit parah. Dengan ketentuan asuransi kesehatan yang memberlakukan masa tunggu 12 bulan untuk penyakit kritis, mereka tidak bisa terlindungi lebih awal. 
Pelayanan jaminan kesehatan seharusnya menanggung lebih awal -- masa tunggu hanya 90 hari untuk segala macam penyakit kritis mungkin cukup adil. Kondisi ini sudah diberlakukan oleh beberapa asuransi kesehatan internasional, dengan catatan diminta keterangan lengkap kondisi medis saat pengajuan asuransi.

Lalu di mana saja pelayanan dapat diberikan sesuai tagihan? Pasti sangat melegakan jika mengetahui ada 523 rumah sakit rekanan di Indonesia, dan ada lebih banyak lagi seluruh dunia yang bekerja sama dengan penanggungan.

Mungkin semua penjelasan diatas terasa seperti konsep ideal dari sebuah asuransi kesehatan yang memiliki layanan begitu ampuh. Bagaimana jika saya katakan bahwa gambaran yang sangat bagus diatas baik bab 1 maupun bab 2  bukanlah sekedar konsep belaka? 
Membutuhkan penjelasan lebih lanjut? Silakan hubungi saya.

Didit Aby
085867941941

Masukkan email untuk berlangganan:

2 Responses to "Anda Ingin Perawatan Rumah Sakit Terbaik dan GRATIS?"

  1. Saya Telah Membaca Artikel ini, Sangat bermanfaat sekali & Bisa mengetahui bagaimana cara nya ingin rumah sakit terbaik dan terbaik gratis terutama bagi orang yang tidak mampu..

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat sekali untuk orang yang kurang mampu mendapatkan pengobatan rumah sakit terbaik dengan gratis..

    BalasHapus